Bupati Malra: Akan Dibangun Kembali Dengan Desain Konstruksi Yang Lebih Baik

Langgur, Malukupost.com - Jembatan penyeberangan yang selama ini sebagai sarana yang menghubungkan kecamatan Manyeuw dan Kecamatan Hoat Sorbai, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) lebih khusus masyarakat Ohoi (Desa) Rumadian dan Ohoi Dian ambruk pada hari Sabtu (30/11).    Pemerintah daerah Maluku Tenggara (Malra) memberikan perhatian serius terhadap kejadian tersebut, bahkan Bupati setempat M, Thaher Hanubun langsung meninjau lokasi kejadian.    Bupati Hanubun kepada media ini di Langgur (2/12) mengatakan, pihaknya akan segera menidaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Maluku.
Bupati Malra, M Thaher Hanubun meninjau Jembatan penghubung Ohoi Rumadian - Ohoi Dian
Langgur, Malukupost.com - Jembatan penyeberangan yang selama ini sebagai sarana yang menghubungkan kecamatan Manyeuw dan Kecamatan Hoat Sorbai, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) lebih khusus masyarakat Ohoi (Desa) Rumadian dan Ohoi Dian ambruk pada hari Sabtu (30/11).

Pemerintah daerah Maluku Tenggara (Malra) memberikan perhatian serius terhadap kejadian tersebut, bahkan Bupati setempat M, Thaher Hanubun langsung meninjau lokasi kejadian.

Bupati Hanubun kepada media ini di Langgur (2/12) mengatakan, pihaknya akan segera menidaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Maluku.

Keprihatinan orang nomor satu di Malra ini bukan tanpa alasan, karena sudah sekian lama jembatan itu menjadi penghubung bagi masyarakat di dua wilayah kecamatan.

“Selain itu, kebutuhan air bersih bagi masyarakat di dua wilayah ini tentunya akan terganggu, karena pipa-pipa air yang berfungsi sebagai sarana penyaluran air bersih tersebut turut mengalami kerusakan,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bupati Hanubun telah menginstruksikan kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kepala PDAM Malra untuk bergerak cepat.

“Saya sudah instruksikan kepala dinas PU agar segera melaporkan ke pemerintah provinsi Maluku, dan penanganan air bersih itu nanti kepala PDAM agar segera mengatur dan menata letak pipa-pipa saluran air yang ada di atas jemabatan itu,” ungkapnya.

Menurut Hanubun, pentingnya kebutuhan akan air bersih dalam kondisi ini harus menjadi perhatian, maka pihak-pihak terkait harus bergerak cepat.

"Air ini penting bagi hidup kita, lebih khusus bagi seluruh keluarga di daerah ini, saya harap PDAM bisa segera merancang tempat untuk pipa-pipa saluran ini, agar tidak ada masalah di masyarakat tentang air bersih,” tegasnya.

Bupati Hanubun menandaskan, datangnya bencana (musibah), tidak akan pernah diketahui oleh manusia olehnya itu semua pihak harus bersabar dan saling membantu.

“Namanya bencana itu tidak ada satupun manusia yang tahu kecuali Allah saja, kita harus sabar menghadapi sambil kita berjuang untuk mengatasinya dengan saling membantu,” bebernya.

Dijelaskan bupati, jembatan tersebut sebelumnya memang pernah mengalami nasib yang sama, namun saat itu perbaikannya hanya seadanya saja. Olehnya itu pemerintah provinsi sudah berencana untuk membangunkannya kembali dengan desain konstruksi yang lebih baik.

"Dengan adanya peristiwa ini, pemerintah provinsi bisa mempercepat proses perbaikannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain melaporkan secara lengkap peristiwa ini ke pemerintah provinsi Maluku, Bupati Hanubun dan Kepala Dinas PU juga akan membantu pihak pemprov untuk melanjutkan peristiwa itu ke pemerintah pusat.

(MP-15)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top