Langgur, Malukupost.com - Asosiasi PSSI Provinsi Maluku melakukan Seleksi Pemain U-23 (kelahiran 1 Januari 1997 dan setelahnya) seluruh kabupaten/kota di Maluku yang telah resmi memiliki kepengurusan (asosiasi kabupaten dan asosisasi kota) dalam rangka pembentukan Tim Pra PON Maluku 2019.    Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi salah satu tempat dimana dilakukan seleksi pemain tersebut oleh PSSI Asprov Maluku yang dipusatkan di Stadion Maren Langgur, Rabu (6/11).
Langgur, Malukupost.com - Asosiasi PSSI Provinsi Maluku melakukan Seleksi Pemain U-23 (kelahiran 1 Januari 1997 dan setelahnya) seluruh kabupaten/kota di Maluku yang telah resmi memiliki kepengurusan (asosiasi kabupaten dan asosisasi kota) dalam rangka pembentukan Tim Pra PON Maluku 2019.

Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi salah satu tempat dimana dilakukan seleksi pemain tersebut oleh PSSI Asprov Maluku yang dipusatkan di Stadion Maren Langgur, Rabu (6/11).

“Kita dipercaya oleh PSSI untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pra-PON ini, makanya kita wajib menyelenggarakan seleksi pemain di semua daerah Maluku yang sudah punya Askab/Askot,” ujar Sekjen Asprov PSSI Maluku, Marthinus Manuputty di Langgur.

Langgur, Malukupost.com - Asosiasi PSSI Provinsi Maluku melakukan Seleksi Pemain U-23 (kelahiran 1 Januari 1997 dan setelahnya) seluruh kabupaten/kota di Maluku yang telah resmi memiliki kepengurusan (asosiasi kabupaten dan asosisasi kota) dalam rangka pembentukan Tim Pra PON Maluku 2019.    Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi salah satu tempat dimana dilakukan seleksi pemain tersebut oleh PSSI Asprov Maluku yang dipusatkan di Stadion Maren Langgur, Rabu (6/11).
Manuputty katakan, askab/askot yang sudah resmi memiliki kepengurusan PSSI yang didatangi untuk melakukan seleksi.

“Kita akan membentuk tim Pra-PON, dan tim Pra-PON ini bukan berasal dari satu daerah saja untuk mewakili Maluku, tapi seluruh daerah di Maluku ini akan diseleksi pemainnya agar nantinya Maluku bisa keluar dengan 1 tim,” ungkapnya.

Diungkapkan Manuputty, pihaknya akan bekerja profesional terkait dengan seleksi pemain ini.

“Kita seleksi pemain yang kelahiran 1997-2000, dan kegiatan seleksi ini sendiri kita rencana dua hari. Kita lakukan seleksi pemain ini tidak melihat kedekatan personil, seleksi ini kita ambil yang terbaik dari yang terbaik,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Sekjen Askab Malra, Fillips L. Rahantoknam mengingatkan dan berharap ada kepedulian dari pemerintah dan pihak swasta terhadap sepakbola di Malra.

“Memajukan dan mengembangkan sepakbola di Malra ini dibutuhkan keperdulian dari berbagai pihak, baik itu pemerintah sebagai lembaga pembina olahraga maupun pihak swasta,” tuturnya.

Menurut Rahantoknam, seharusnya dari kegiatan Gala Desa kemarin pihaknya sudah memiliki pemain-pemain terbaik untuk setiap lini. Namun untuk mengurangi rasa kepentingan interest maka pihaknya mengundang semua klub yang tergabung dalam Askab Malra untuk mengirim pemain-pemain terbaiknya mengikuti seleksi.

“Ada 26 klub yang ada di Malra ini diundang, masing-masing klub mengirimkan 5 pemain terbaiknya untuk ikut seleksi bersama disini, agar menghindari adanya unsur kepentingan (hal-hal subjektif),” tandasnya.


(MP-15)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top