Ambon, Malukupost.com - Sesosok jenazah yang diperkirakan merupakan korban perkelahian dan pembantaian antar anak buah kapal KM Mina Sejati, di Perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku pada tanggal 17 Agustus 2019, ditemukan terapung oleh sebuah kapal nelayan.    "Jasad korban ditemukan oleh Kapal Motor Sanjaya 888 dan langsung melakukan evakuasi," kata Kepala KP3 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Iptu Fajar yang dikonfirmasi, Senin (2/9).
Suasana evakuasi dua jenazah ABK KM Mina Sejati
Ambon, Malukupost.com - Sesosok jenazah yang diperkirakan merupakan korban perkelahian dan pembantaian antar anak buah kapal KM Mina Sejati, di Perairan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku pada tanggal 17 Agustus 2019, ditemukan terapung oleh sebuah kapal nelayan.

"Jasad korban ditemukan oleh Kapal Motor Sanjaya 888 dan langsung melakukan evakuasi," kata Kepala KP3 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Iptu Fajar yang dikonfirmasi, Senin (2/9).

Korban yang ditemukan siang ini langsung dievakuasi ke RSUD Cendrawasih Dobo untuk dilakukan pemeriksaan guna mencari tahu penyebab kematiannya.

Meski tubuh korban sudah rusak dan wajahnya tidak bisa dikenali lagi, namun dari identitasnya diketahui kalau korban bernama Riri.

"Kita belum tahu selanjutnya jasad korban akan dievakuasi ke daerah asal di Jakarta atau dimakamkan di sini seperti dua rekan ABK lainnya," katanya.

KM Mina Sejati yang merupakan kapal penangkap cumi-cumi ini awalnya membawa 36 ABK termasuk nakhoda, tetapi terjadi perkelahian antara sesama ABK pada tanggal 16 Agustus 2019 dan berlanjut keesokan harinya berujung pembantaian.

Saat terjadi aksi kekerasan, nakhoda bersama 12 ABK meloncat ke laut, namun dua orang ABK meninggal dunia dan mereka berhasil dievakuasi KM Gemilang Samudra yang kebetulan posisinya berdekatan dengan KM Mina Sejati.

Nurul Huda (masinis) bersama Peri Dewa Lesmana dan Qosim Ibnu Malik yang diduga merupakan pelaku pembantaian bersama 20 ABK lainnya tidak ditemukan di atas kapal, ketika KRI Teluk Lada-521 merapat ke kapal tersebut pada tanggal 18 Agustus 2019 menjelang malam hari.

Upaya pencarian pun tidak membuahkan hasil, namun beberapa hari kemudian ditemukan dua jasad ABK KM Mina Sejati yang tersangkut di jaring penangkap cumi-cumi dan kini keduanya telah dimakamkan di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Kini tersisa 19 orang ABK, termasuk di antaranya tiga oknum pelaku yang diduga melakukan aksi pembantaian belum diketahui nasibnya. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top