Mansje Muskitta di makam sang suami Johanes Latuharhary

Malukupost.com
- Perempuan serba bisa yang mendunia itu akhirnya pergi setelah menoreh banyak prestasi dan jejak sejarah manis.  Henriette Josephine "Mansje" Latuharhary, lahir di Surabaya 15 Juni 1932 dan menghembuskan nafas terakhir di Jakarta, 12 Agustus 2019 dalam usia 87 tahun.

Mansje adalah putri sulung pahlawan nasional Johanes Latuharhary, yang menjadi gubernur pertama di Maluku.  Enam adik kandungnya  yaitu Wiesje, Audy, Ludwig, Titi, Mona, dan Johny.  Ibunya Hendriette Caroline Pattiradjawane, yang biasa disapa di kalangan keluarga dengan nama Oma Yet.

Dari berbagai catatan dan kesaksian, Mansje lahir dan besar di tengah keluarga yang heroik.  Ibunya Yet adalah puteri Raja Kariu Jacob Pattiradjawane.  Saudara kandung Yet bernama Jacomina Mien Pattiradjawane. Mien dan pendiri Jong Ambon Lodwijk Tamaela mempunyai dua puteri yakni Dien Tamaela dan Dee Tamaela yang juga terkenal.

Mansje menikah dengan sosok Joseph ``Joost`` Muskita, dan mempunyai tiga putera dan seorang puteri yakni Dian Yudhistira Muskita, Bara Muskita, Rama Muskita, dan Meutia Muskita.  Joost pernah menjabat Duta Besar RI di Jerman Barat.

Semasa hidup, Mansje banyak mengabdi pada dunia seni, budaya, olahraga, dan aktivitas sosial.  Prestasinya  spektakuler tentu saja kesanggupan menekuni cabang olahraga  berbeda.  Ia menjadi atlet layar, terjun payung, dan golf.  Selain ikut olimpiade, ia juga menyumbang medali pada cabang golf dan terjun payung untuk Maluku dalam Pekan Olahraga Nasional.

Mansje  pernah memfasilitasi paduan suara perempuan Maluku Crescendo yang merebut Piala Ibu Tien Soeharto.

"Waktu itu, seluruhnya 26 provinsi mengambil bagian, dan Maluku tampil sebagai juara umum," ujar Mansje pada suatu kesempatan di Jakarta.

Mansje Muskita bersama putra-puterinya Bara, Dian, Rama, dan Meutia. 
Dalam Buku Johanes Latuharhary, Hasil Karya dan Pengabdiannya yang disusun I. O. Nanulaitta (2009), terungkap Gubernur Latuharhary menanamkan cinta kebudayaan Maluku kepada istri dan putera-puterinya. Tidak heran, istri dan anaknya menonjol dalam kegiatan-kegiatan kebudayaan Maluku.

``Mansje sebagai isteri duta besar di Jerman Barat, Mayor Jendral J. Muskita, giat sekali dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia, termasuk kebudayaan Maluku, di Jerman Barat. Baru-baru ini pada permulaan Mei 1982, dalam wawancara dengan BBC siaran bahasa Indonesia, isteri duta besar kita itu mengakui bahwa cinta kepada
kebudayaan Indonesia itu terutama diperolehnya dari almarhum ayahnya," demikian tulisan Nanulaitta.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Sobroto ((Sentosa Funeral Home Ruang VIP H dan I) Jl, Abdurahman Saleh 24, Jakarta Pusat.  Pagi ini Kamis, 15 Agustus 2019
Ibadah pelepasan jenazah Pk. 08.00 WIB dan selanjutnya  diberangkatkan ke San Diego Hills.

Dari sekian banyak pelayat yang datang silih berganti, hadir juga Abdul Latief, bos Pasaraya.  Abdul Latief  dekat dengan keluarga Muskitta karena pernah anak buah Jost Muskitta.

Selamat jalan srikandi! Pergilah dengan damai! (Rudi Fofid/Malukupost/foto dok meutia muskita/mans muskita)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top