Ambon, Malukupost.com - Museum Siwalima Ambon menggelar kegiatan latihan bersama alat musik biola yang diikuti 25 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).    "Kegiatan berlatih alat musik biola diikuti 25 siswa SMPN 4 Ambon selama lima hari, untuk melatih lagu-lagu perjuangan, daerah maupun lagu lainnya, yang akan ditampilkan diakhir kegiatan," kata Kepala Museum Siwalima Ambon Jean Saiya, Senin (1/7).
Ambon, Malukupost.com - Museum Siwalima Ambon menggelar kegiatan latihan bersama alat musik biola yang diikuti 25 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kegiatan berlatih alat musik biola diikuti 25 siswa SMPN 4 Ambon selama lima hari, untuk melatih lagu-lagu perjuangan, daerah maupun lagu lainnya, yang akan ditampilkan diakhir kegiatan," kata Kepala Museum Siwalima Ambon Jean Saiya, Senin (1/7).

Ia mengatakan, latihan bersama alat musik biola pertama kali digelar sebagai bentuk kegiatan edukatif kultural di Museum Siwalima .

Kegiatan ini juga bentuk pewarisan pengetahuan bermusik biola kepada generasi muda terutama dalam mengisi waktu libur sekolah, sehingga siswa dapat mengatur waktu dengan belajar bersama di museum juga menyempatkan diri berkunjung ke ruang pameran. "Sekaligus upaya memperkenalkan museum secara umum kepada generasi muda terkait koleksi yang ada seperti koleksi alat musik," katanya.

Jean menjelaskan, hasil belajar bersama akan ditampilkan di hari terakhir kegiatan, sekaligus mempersiapkan siswa untuk tampil di pameran temporer Museum Siwalima pada Agustus 2019.

"Saat pameran temporer sejarah perjuangan, siswa SMPN 4 akan mengiringi lagu Indonesia raya. Kita tahu lagu Indonesia raya pertama kali dikumandangkan oleh penciptanya W.R Supratman dengan alat musik biola," ujarnya.

Ia mengakui, belajar bersama ini juga merupakan bentuk dukungan museum mewujudkan Ambon menuju kota musik dunia. "Kita tahu bahwa musik sangat menyatu dengan kehidupan masyarakat Ambon, sehingga kegiatan ini merupakan bentuk dukungan yang dimulai sebagai bagian peran kecil kita untuk mendukung Ambon menuju kota musik dunia," katanya.

Museum tersebut memiliki aneka jenis alat musik tradisional seperti suling, tifa, tahuri, rebana, gong, totobuang dan biola.

Beragam koleksi alat musik ini berusia puluhan tahun yang ada sejak Museum Siwalima didirkan sejak tahun 1973. "Koleksi alat musik tersebut akan diperlihatkan kepada para siswa di hari terakhir kegiatan, sebagai bentuk upaya pengenalan alat musik," kata Jean.

Sementara itu pelatih biola SMPN 4 Chrisema Ramayona Latuheru mengatakan, proses belajar biola diikuti siswa yang pemula maupun yang telah mahir untuk melatih beberapa lagu seperti lagu nasional dan daerah.

"Kita berharap diakhir kegiatan ini para siswa bisa menampilkan beberapa lagu perjuangan maupun daerah, sebagai bentuk latihan sekaligus mengisi waktu libur siswa," katanya. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top