Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai jenis beras antarpulau di  sejumlah pasar tradisional dan toko bahan pokok Kota Ambon, Maluku, hingga hari keenam perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah masih stabil.    Pantauan di Pasar Mardika, Batu merah, Gotong Royong, maupun di sejumlah toko swalayan, Rabu (11/6), belum ada perubahan harga    "Kalau beras hingga kini belum ada perubahan harga, apalagi beras yang dijual eceran masih tetap bertahan," kata Kasim, pedagang di Pasar Mardika.
Ambon, Malukupost.com - Harga berbagai jenis beras antarpulau di  sejumlah pasar tradisional dan toko bahan pokok Kota Ambon, Maluku, hingga hari keenam perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah masih stabil.

Pantauan di Pasar Mardika, Batu merah, Gotong Royong, maupun di sejumlah toko swalayan, Rabu (12/6), belum ada perubahan harga

"Kalau beras hingga kini belum ada perubahan harga, apalagi beras yang dijual eceran masih tetap bertahan," kata Kasim, pedagang di Pasar Mardika.

Menurut dia, para pedagang masih mempertahankan harga jual beras eceran. Kalaupun terjadi perubahan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp7.000 per sak beberapa waktu lalu di tingkat agen pemasok, tidak mempengaruhi harga eceran di pasar.

Selain itu, stok beras cukup banyak dan terlihat di mana-mana dengan berbagai merek, belum lagi beras operasi pasar (OP) Bulog Maluku yang dijual dengan harga Rp10.000 per kg.

Kasim mengatakan harga beras lokal atau beras antarpulau di pasar tradisional Kota Ambon ini seperti beras merek Tawon, Bulir Mas, dan lumbung padi harga ecerannya masih Rp13.500 per kg, Dua Udang Rp12.000 per kg, Rojolele Rp12.000 per kg, dan beras tanpa merek lainnya bervariasi Rp11.000 hingga Rp12.000 per kg, kemudian beras pulut hingga kini masih bertahan yakni Rp22.000 per kg.

"Jadi sejak tahun lalu sampai sekarang belum ada perubahan harga beras di pasar sebab stok cukup dan banyak merek, tinggal bagaimana masyarakat memilih, beras mana yang diminati untuk dikonsumsi," ujarnya.

Welly, pembeli yang ditemui seusai membeli tiga kilogram beras Bulog dengan harga Rp10.000 per kg, mengatakan, selama ini selalu membeli beras Bulog, selain enak juga tidak basi.

"Jadi kalau dimasak nasi untuk makan malam dan masih ada sisanya sampai pagi masih bagus tidak basi," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa beras Bulog murah jadi tidak enak, sebaiknya coba dulu, dan kelebihannya tidak basi.

Harga kebutuhan lain, yakni gula pasir kristal putih Rp12.500 per kg, minyak goreng kemasan Rp16.000 per liter, terigu protein tinggi Rp12.000 per kg, dan terigu protein sedang Rp10.000 per kg,  kental manis Bendera 390 gr Rp11.000 per kaleng, susu bubuk Dancow 400 gram Rp43.000 per kotak, dan susu bubuk Indomilk 400 gram Rp42.000 per kemasan.

Daging ayam broiler beku yang selama ini dipasok dari Surabaya dijual dengan harga Rp34.000 per kg, daging ayam kampung jenis pejantan berkisar Rp75.000 hingga Rp90.000 per ekor tergantung ukuran, dan daging sapi segar Rp100.000 per kg.

Sedangkan harga telur ayam ras cukup murah dan bervariasi Rp1.500 hingga Rp1.600 per butir, dan telur ayam kampung Rp3.000 per butir. (MP-6)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top