Laporan Rudi Fofid-Ambon


Ambon, Malukupost.com - Sebagai duta wisata di bidang otomotif Asia, pembalap David Juliano Sitanala (19) punya cara tersendiri untuk mengkampanyekan pesona Indonesia, termasuk Maluku.

Bersama manajemen yang mengurusnya, David punya serangkaian aktivitas promosi tempat wisata dan budaya Indonesia.  Sebelum maupun setelah menjadi duta, dia secara konsisten menggunakan medium busana dan kendaraan balap untuk kepentingan promo wisata.

Dari foto-foto pribadi milik David, bisa dilihat tulisan-tulisan pendek yang menarik perhatian publik·  Pada topi merah yang dia kenakan saat naik podium, terdapat tulisan ``Jong Ambon``.  Tulisan ini tidak hanya mengingatkan orang pada organisasi Jong Ambon yang ikut mencetuskan Sumpah Pemuda1928, tetapi sekaligus David menyatakan eksistensi sebagai anak muda Ambon.

Sebuah foto menunjukkan ekspresi David ketika mencapai garis finish.  Kedua kakinya diangkat ke udara, dan di depan mobil gokart terdapat tulisan mencolok "Racing For Maluku".

Tentang tulisan "Racing For Maluku", David mengakui, dirinya mendapat dukungan Pemprov Maluku selama ikut balap.  Walau berlomba mewakili negara, tetapi Pemprov Maluku tidak lepas tangan dan justru selalu memberi dukungan. 
Topi dan kaos jadi media promosi

Sungguh menarik melihat mobil balap formula yang digunakan David. Pada badan mobil terdapat tulisan mencolok "Visit Maluku".   Pada bagian depan mobil tersebut terdapat pula logo Pemprov Maluku.

``Logo Pemprov Maluku dan tulisan Visit Maluku,  saya desain sendiri karena saya dapat dukungan penuh Pemprov Maluku melalui Gubernur Said Assagaff.  Jadi saya juga promo Maluku agar dapat target yang lebih lagi,`` jelas David.

Foto lain disiarkan OtomotifZone memperlihatkan pose David berdiri tegak, dengan kaos biru bertulisan menggugah "Peace Voor Ambon".     Tulisan ini meyakinkan orang akan Ambon yang damai.

Mengenai tulisan Bangga Maluku, David mengaku memang dirinya bangga sebagai orang Maluku.  Alasannya, melalui dunia yang dia geluti, dirinya mampu mengubah gambaran masyarakat tentang orang Maluku.  Ada kesan bahwa orang Maluku identik dengan kekerasan, selalu dinomorduakan, dan tidak bisa sukses dalam hal apapun.  Dengan membuat tulisan "Bangga Jadi Maluku",  David yakin kesan negatif akan berubah jadi positif. (Maluku Post/Foto koleksi David Sitanala)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top