Ambon, Malukupost.com - DPRD Provinsi Maluku meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) secara proaktif menyelesaikan konflik antara warga desa di wilayah itu sampai ke akar persoalannya sehingga tidak terus berkepanjangan dan menimbulkan korban jiwa.    "Kami mengharapkan para kepala daerah, baik bupati/wali kota, camat dan kepala desa itu bisa lebih proaktif dengan memfasilitasi persoalan-persoalan di masyarakat secara baik, terutama konflik antara warga Desa Latu dan Hualoy, di Kabupaten Seram Bagian Barat" kata Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae di Ambon, Senin (6/5).
Ambon, Malukupost.com - DPRD Provinsi Maluku meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) secara proaktif menyelesaikan konflik antara warga desa di wilayah itu sampai ke akar persoalannya sehingga tidak terus berkepanjangan dan menimbulkan korban jiwa.

"Kami mengharapkan para kepala daerah, baik bupati/wali kota, camat dan kepala desa itu bisa lebih proaktif dengan memfasilitasi persoalan-persoalan di masyarakat secara baik, terutama konflik antara warga Desa Latu dan Hualoy, di Kabupaten Seram Bagian Barat" kata Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae di Ambon, Senin (6/5).

Edwin dimintai tanggapannya berkaitan dengan insiden penganiayaan di hutan Desa Latu yang menewaskan seorang warga bernama Syamsul Lussy pada Sabtu, (4/5) kemarin.

Warga Desa Hualoy yang tidak terima dengan kematian rekannya Syamsul lalu melakukan pemalangan jalan dengan cara pengecoran menggunakan batu dan semen.

Hal ini menyebabkan, warga yang hendak menuju Pulau Ambon dari Kabupaten Maluku Tengah atau pun Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi terhalang.

Menurut Edwin, tidak semua masalah itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku.

"Harus dilihat yang mana tanggung jawab seorang bupati, camat dan kepala desa sehingga masalah tersebut tidak menjadi berlarut-larut," katanya.

Sumber dan akar permasalahan, baik itu di Desa Latu dan Hualoy maupun desa lainnya di Maluku, kata dia, harus mampu diidentifikasi oleh para kepala daerah di tingkat kabupaten bersama jajarannya, agar masalah-masalah seperti itu tidak lagi terulang.

"Yang disayangkan adalah kejadian tersebut sampai pada titik menghilangkan nyawa orang dan saya kira ini merupakan kegagalan dari pemerintah kabupaten, sehingga masih ada saja bentrok antara warga kedua desa bertetangga seperti itu," demikian Edwin Adrian Huwae. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top