Langgur, Malukupost.com - Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Thaher Hanubun mengajak insan pendidikan di kabupaten tersebut untuk fokus  ke dunianya (dunia pendidikan), dan tidak perlu ikut campur di bidang lain.    Ajakan ini disampaikan Bupati usai pelaksanaan upacara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 dimana dirinya bertindak sebagai pembina upacara, yang dipusatkan di lapangan Maren Langgur Malra, Kamis (2/5).
Langgur, Malukupost.com - Bupati Maluku Tenggara (Malra), M Thaher Hanubun mengajak insan pendidikan di kabupaten tersebut untuk fokus  ke dunianya (dunia pendidikan), dan tidak perlu ikut campur di bidang lain.

Ajakan ini disampaikan Bupati usai pelaksanaan upacara dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 dimana dirinya bertindak sebagai pembina upacara, yang dipusatkan di lapangan Maren Langgur Malra, Kamis (2/5).

“Seperti tentara mengenal kata back to barack (kembali ke barak), maka insan pendidikan baik dinas pendidikan hingga stafnya, dan guru dan semua perangkat lainnya harus kembali ke dunianya, dunia pendidikan. Jangan terlalu ikut campur ke bidang yang lain, yang akhirnya mengganggu prestasi belajar para siswa, dan pelayanan kepada para siswa di daerah ini," ungkap Thaher.

Ia menegaskan, selaku Bupati Maluku Tenggara dirinya menyampaikan keprihatinan kepada dunia pendidikan di Maluku karena sampai saat ini tidak tahu pasti di antara  34 provinsi di Indonesia, berada pada peringkat ke berapa.

"Di seluruh Maluku dengan 11 kabupaten, kita juga tidak tahu Malra ada di posisi ke berapa saat ini dalam hal pendidikan," katanya.

Menurut Hanubun, peringatan Hardiknas hari ini dapat mengubah banyak hal. Pemda Malra, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi kekurangan tenaga guru, termasuk memenuhi persyaratan guru harus berijazah S1.

"Terkait sarana prasarana, akan kita sampaikan ke pusat bahwa kita memang masih kurang terutama bidang pendidikan, juga program IT di sekolah yang menghambat ujian. Ada sejumlah siswa harus datang dari Kei Besar ke Kei Kecil, dan itu mengeluarkan biaya cukup besar dan membebani orang tua," katanya.

Thaher menyatakan pemerintah daerah akan berupaya maksimal agar tahun 2020 nantinya semua yang diperlukan dunia pendidikan daerah ini dapat terjawab, olehnya itu semua insan pendidikan agar kembali merajut kebersamaan untuk peningkatan mutu pendidikan di daerah ini, karena hanya pendidikan yang bisa merubah kehidupan.

"Saya juga berharap, selain kinerja ASN termasuk guru, media sebagai lembaga independen dapat memberikan informasi akurat dan kuat terhadap kinerja ASN termasuk guru kepada kami, maka saya pastikan ada sanksi terutama sanksi administrasi," tambahnya. (MP-15)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top