Ambon, Malukupost.com - Kepolisian Daerah Maluku melibatkan 7.916 personil untuk melakukan tugas pengamanan hari raya Lebaran 1439 Hijriah dengan sandi Operasi Ketupat Siwalima 2018.    "Dua pertiga dari kekuatan ini diterjunkan langsung kelapangan dan sepertiga kekuatan diantaranya stand by force di markas komando," kata Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto di Ambon, Rabu (6/6).
Ambon, Malukupost.com - Kepolisian Daerah Maluku melibatkan 7.916 personil untuk melakukan tugas pengamanan hari raya Lebaran 1439 Hijriah dengan sandi Operasi Ketupat Siwalima 2018.

"Dua pertiga dari kekuatan ini diterjunkan langsung kelapangan dan sepertiga kekuatan diantaranya stand by force di markas komando," kata Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budhi Revianto di Ambon, Rabu (6/6).

Penjelasan Kapolda disampaikan saat memimpin upacara gelar pasukan pengamanan Lebaran yang dihadiri para pejabat utama polda, pejabat sipil serta militer.

Menurut Kapolda, selain kekuatan personil Polri, operasi ketupat Siwalima 2018 juga didukung personel gabungan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Satpol PP, serta mitra Polri lainnya.

Objek yang menjadi sasaran operasi adalah orang atau masyarakat yang berbelanja untuk kegiatan Lebaran, ibadah di semua masjid atau tempat lain yang digunakan untuk beribadah, rekreasi, takbiran, yang melakukan kegiatan mudik maupun arus balik, para pengemudi angkutan umum, teroris, pelaku kriminal, premanisme,residivis hingga ormas yang melakukan sweeping.

Kemudian sasaran operasi juga mencakup pengawsan penggunaan senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata tajam, mercon atau petasan dan kembang api, miras, narkoba, makanan dan minuman yang kadaluarasa, jalan rayam rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, serta alat transportasi darat laut dan udara.

Sedangkan berbagai tempat yang menjadi prioritas pengamanan Operasi Ketupat Siwalima 2018 diantaranya pusat-pusat perbelanjaan seperti pertokoan, mall, supermarket, minimarket, pasar, tempat atau gudang penimbunan bahan kebutuhan pokok, rumah penduduk yang kosong ditinggalkan warga saat beribadah atau mudik, lokasi sholat taraweh maupun sholat Idul Fitri, hingga tempat-tempat rekreasi.

Sarana umum lainnya yang akan diamankan petugas adalah pelabuhan laut dan feri, bandar udara, terminal, jalur rawan kemacetan dan rawan kecelakaan, jalur rawan banjir dan longsor atau bencana alam, jalur mudik, pasar tumpah, SPBU dan depo Pertamina, hingga tempat akomodasi dan penginapan. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top