Ambon, Malukupost.com - Aparat Kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengawalan terhadap jalannya ibadah Minggu (13/5) petang di sejumlah gereja di Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku.    Berdasarkan pantauan, sejumlah personil Brimob dikerahkan untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap prosesi ibadah di sejumlah gereja yang dimulai pukul 17.00 WIT.
Ambon, Malukupost.com - Aparat Kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengawalan terhadap jalannya ibadah Minggu (13/5) petang di sejumlah gereja di Kota Ambon, ibu kota provinsi Maluku.

Berdasarkan pantauan, sejumlah personil Brimob dikerahkan untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap prosesi ibadah di sejumlah gereja yang dimulai pukul 17.00 WIT.

Langkah pengamanan ibadah minggu petang hingga malam hari dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan setelah teror bom di Surabaya, Minggu (13/5) pagi yang menyebabkan 11 orang meninggal dan 41 lainnya menderita luka-luka.

Gereja Imanuel, di kawasan Benteng misalnya dikawal sekitar 10 orang personil Brimob dengan senjata lengkap, sedangkan di gereja Rehoboth yang terletak di pertigaan ruas jalan Batu Gantung, dijaga beberapa orang personil polisi dan petugas lalu lintas.

Gereja Maranatha yang menjadi pusat pelayanan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di Jalan Pattimura, juga dijaga aparat kepolisian.

Begitu juga Kathedral Santo Fransiskus Xaverius yang menjadi sentral pelayanan umat Katolik yang letaknya berhadapan dengan markas Polda Maluku, di pertigaan ruas jalan batu Meja juga dijaga puluhan personil Brimob yang bersenjata lengkap.

Penjagaan dan pengawalan terhadap prosesi ibadah sore tidak dilakukan pada semua gereja di ibu kota provinsi Maluku itu, tetapi hanya pada beberapa gereja yang berada di lokasi tertentu saja dan menjadi pusat atau sentral pelayanan dan umat yang datang beribadah sangat banyak.

Jalannya ibadah dan misa di sejumlah gedung gereja berjalan aman dan lancar, di mana para pendeta maupun pastor mengimbau umat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh degan aksi teror bom yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.

Para pimpinan umat juga mengutuk aksi kekerasan teror bom di Surabaya yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab serta meminta umat dan masyarakat untuk ikut meningkatkan kewaspadaan agar kejadian teror bom tidak terulang. (MP-6)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top