Ambon, Malukupost.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Benny Kainama menyatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sarana pengenalan potensi diri siswa dan lingkungan sekolah.  "MPLS memberikan manfaat kepada siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, sarana, prasarana serta struktur lembaga yang ada sehingga selama berada di sekolah, bisa memanfaatkannya secara baik," katanya, di Ambon, Kamis (20/7).
Ambon, Malukupost.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Benny Kainama menyatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan sarana pengenalan potensi diri siswa dan lingkungan sekolah.

"MPLS memberikan manfaat kepada siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, sarana, prasarana serta struktur lembaga yang ada sehingga selama berada di sekolah, bisa memanfaatkannya secara baik," katanya, di Ambon, Kamis (20/7).

Kegiatan ini dapat menghilangkan kekerasan dan menjadikan sekolah sebagai kawasan bebas rokok.

Sebaliknya menjadikan sekolah sebagai taman, sehingga diharapkan seluruh kegiatan PLS ini dapat menjadi cermin kegiatan awal siswa di sekolah baru.

Benny mengakui, pelaksanaan MPLS tidak ada unsur kekerasan kepada siswa baru, tetapi metode yang diterapkan adalah bagaimana siswa mengenal potensi diri dan lingkungan sekolah.

"Pelaksanaan MPLS tidak ada unsur kekerasan atau menggunakan atribut yang tidak mendidik, tetapi seluruh sekolah di Ambon melaksanakan metode PLS dengan tujuan siswa dapat fokus pada pengenalan sekolah," ujarnya.

Dijelaskannya, MPLS merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 18 Tahun 2016 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Sekolah (MOS).

Tujuan PLS bagi peserta didik baru adalah untuk mengenali potensi diri siswa baru, membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya yakni terhadap aspek keamanan, fasilitas umum dan sarana prasarana sekolah, menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru.

Selain itu, mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya serta menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong pada diri siswa.

Ia menyatakan, hasil evaluasi penerimaan siswa baru tingkat SMP di Ambon seluruh siswa telah tertampung di sekolah negeri maupun swasta.

Pihaknya sampai saat ini juga tidak menerima laporan pihak sekolah yang tidak dapat menerima siswa baru karena keterbatasan kapasitas.

"Proses penerimaan siswa SMP telah rampung dan hanya beberapa siswa saja yang belum mendapat sekolah, hal tersebut disebabkan para siswa menginginkan sekolah unggulan di Ambon, tetapi pada prinsipnya masih bisa diatasi," katanya.

Benny mengemukakan, sekolah unggulan di Ambon seperti SMPN 2, 4 dan 6 juga masih mendominasi penerimaan siswa baru, walaupun minat banyak tetapi dilakukan seleksi sehingga semua tertampung dengan baik.

"Minat siswa mendaftar ke sekolah unggulan mengalami peningkatan, tetapi tidak sampai pada siswa terlantar karena tidak mendapat sekolah," ujarnya. (MP-5)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top