Ambon, Maluku Post.com - Seluruh elemen masyarakat Teor, Gorom, Kesui dan Wakate dan secara menyeluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendukung sepenuhnya pemekaran Kabupaten Kepulauan Gorom, bersama 12 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Maluku.

“Saya bersama seluruh elemen masyarakat SBT mendukung pemekaran Kabupaten Kepulauan Gorom, yang sementara ini berproses di DPR-RI,”ujar Salah satu pemuda Kabupaten SBT, yang juga merupakan mantan Seketaris Umum Pemuda pelajar mahasiswa Gorom, Watabela, Kesui dan Teor, Costansius Kolakveka, kepada Malukupost.com di Ambon, Jumat (12/2).

Menurutnya, pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di Maluku adalah salah satu langkah strategis dari Pemerintah Daerah Maluku yang mesti didukung seluruh elemen masyarakat Maluku. Dimana pemekaran yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendekatkan pelayanan umum dan memperkuat daya saing, mendekatkan rentang kendali, serta meningkatkan Pendapat Daerah lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Secara spesifik, misalnya rentang kendali antara Teor ke Bula yang merupakan ibukota Kabupaten SBT membutuhkan Waktu 8 sampai 10 jam, tetapi jika dari Teor ke Gorom hanya membutuhkan 2 jam. Untuk itu perlu dilakukan pemekaran, sehingga dapat menjawab rentang kendali yang ada saat ini,”ucapnya.

Dijelaskannya, ada beberapa alasan mengapa Gorom dan beberapa daerah disekitarnya pantas di mekarkan menjadi Kabupaten Kepulauan Gorom. Dari sisi Sumber Daya Alam (SDA), Kabupaten Kepulauan Gorom, memiliki hasil komditi unggulan yang melimpah seperti pala dan cengkeh. Serta potensi perilanan yang luar biasa. Dimana kedua potensi ini biasa dikembangkan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk potensi perikanan yang ada di Gorom sejalan dengan program kemaritiman dari Presiden Joko Widodo. Dimana potensi perikanan ini akan menjadi fokus perhatian dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Menurutnya, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Gorom sudah tersedia. Mengingat masyarakat Gorom, Kesui, Teor tersebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku bahkan di Indonesia secara luas yang cukup memadai untuk menghandel konsep pembangunan. Serta dari sisi wilayah yang sudah memenuhi syarat yang ditentukan.

Ditambahkan pula, untuk mendukung pemekaran Kabupaten Kepulauan Gorom, pada 17 Febuari mendatang akan dilaksanakan gerakan akbar yang dilakukan oleh masyarakat Teor bersama 10 kepala desa untuk menyatakan sikap dukungan pemekaran Kabupaten Kepulauan Gorom.

“Ini merupakan salah satu bentuk inisiatif masyarakat, bahwa pemekaran ini bukan sebuah desain politik tetapi pemekaran adalah sebuah kebutuhan riil masyarakat yang harus direspon,”ucapnya.

Dirinya berharap dengan pergantian kepemimpinan baru di bawah Abdul Mukti Keliobas dan Fachry Alaktiri, untuk menjadikan pemekaran Kabupaten kepulauan Gorom menjadi agenda prioritas pemerintah daerah Kabupaten SBT di 100 hari kepemimpinan di awal tahun.

“Jika berhasil, maka hal ini menjadi indikator keberhasilan dari kepala daerah yang baru,”tandasnya.

Dirinya juga memberikan dukungan moril kepada empat legislator Maluku yang duduk di DPR-RI dan empat legislator DPD-RI untuk mendorong pemekaran DOB di Maluku, salah satunya Kabupaten Kepulauan Gorom dan Kota Bula.

“Saya juga memberikan dukungan kepada ibu Rohani Vanath selaku anggota DPR-RI yang merupakan anak SBT, dalam mengawal proses pembahasan pemekaran 13 DOB di Maluku pada umumnya dan khusus Kabupaten Kepulauan Gorom,”harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Negeri Teor Yohanes Romatora juga memberikan mendukung sepenuhnya pemekaran Kabupaten Kepulauan Gorom, dalam menjawab pelayanan publik yang tidak berjalan dengan baik.

“Yang pastinya saya bersama seluruh latupati se-Kabupaten SBT memberikan dukungan penuh untuk Gorom dan sekitarnya dimekarkan menjadi Kabupaten Kepulauan Gorom,”pungkasnya. (MP-7)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top