Ambon, Malukupost.com - Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies menyatakan, rekomendasi dari Creative Cities Network (CCN) atau Jaringan Kota Kreatif (JKK) UNESCO merupakan syarat bagi kota Ambon menuju Kota Musik Dunia.    "Semakin banyak surat dukungan diberikan berbentuk dokumen tertulis dari jaringan kota kreatif Unesco, lebih baik bagi Kota Ambon sebagai syarat untuk mendaftar ke UNESCO," katanya di Ambon, Kamis (14/3).
Ambon, Malukupost.com - Direktur Ambon Music Office (AMO) Ronny Loppies menyatakan, rekomendasi dari Creative Cities Network (CCN) atau Jaringan Kota Kreatif (JKK) UNESCO merupakan syarat bagi kota Ambon menuju Kota Musik Dunia.

"Semakin banyak surat dukungan diberikan berbentuk dokumen tertulis dari jaringan kota kreatif Unesco, lebih baik bagi Kota Ambon sebagai syarat untuk mendaftar ke UNESCO," katanya di Ambon, Kamis (14/3).

Ia menambahkan, setelah mendapat surat dukungan dari Office of Adelaide UNESCO City of Music, kota Ambon kembali mendapatkan surat rekomendasi dari Adelaide Symphony Orchestra.

"Surat dukungan yang sama juga kami terima dari Adelaide Symphony Orchestra pada Selasa (12/3)," ujarnya.

Ronny menjelaskan, dalam surat rekomendasi yang dikirim via email, managing director Adelaide Symphony Orchestra, Vincent Ciccarelo menyatakan dengan sepenuh hati mendukung visi dan mendukung Ambon untuk mengajukan aplikasi ke badan dunia UNESCO.

Vincent menyatakan sangat senang bertemu dengan delegasi dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Pemerintah Kota Ambon dan Ambon Music Office pada Oktober 2018.

Dari diskusi dan dilanjutkan dengan penelitian, pihaknya terkesan dengan keinginan Kota Ambon untuk terkait dengan ekonomi kreatif dan aspirasi Ambon untuk menjadi UNESCO City of Music (Kota Musik Dunia versi UNESCO.

Pertemuan di Adelaide, Vincent yang merupakan mantan Wakil Ketua Komite Penasihat Adelaide UNESCO City of Music mengaku, delegasi dari Kota Ambon memaparkan dengan jelas visi untuk menjadikan musik sebagai alat untuk pertumbuhan budaya dan sebagai "mesin ekonomi" pembangunan di Indonesia Timur, melalui musik, pariwisata musik, dan kuliner tradisional, serta pengembangan industri kreatif terdepan.

Pihaknya berharap, kota Ambon mendapatkan persetujuan dari UNESCO sebagai Kota Musik Dunia, karena kota ini sangat menikmati budaya bermusik yang sangat hidup dan sudah berusia ratusan tahun.

"Musik memainkan peran penting dalam identitas pulau dan orang-orangnya. Mereka aktif, partisipatif dalam budaya bermusik, serta merayakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam skala besar, yakni melalui acara Amboina International Bamboo Music Festival pada November 2018," katanya melalui surat dukungan. (MP-2)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top