Ambon, Malukupost.com - Sejumlah petugas pemberantasan penyakit menular dari Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan fumigasi atau pengasapan untuk membasi jentik nyamuk Aides Aigipty di Kelurahan Karang Panjang Kota Ambon, setelah terjadi tiga kasus DBD.    Berdasarkan pantauan di Ambon, Kamis (6/12), para petugas P2M Dinkes yang dibagi dalam tiga regu ini melakukan penyemprotan pada puluhan rumah penduduk di RT 002 dan RT 003/RW 03 Kelurahan Karang Panjang sejak pukul 06.30 WIT.
Ambon, Malukupost.com - Sejumlah petugas pemberantasan penyakit menular dari Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan fumigasi atau pengasapan untuk membasi jentik nyamuk Aides Aigipty di Kelurahan Karang Panjang Kota Ambon, setelah terjadi tiga kasus DBD.

Berdasarkan pantauan di Ambon, Kamis (6/12), para petugas P2M Dinkes yang dibagi dalam tiga regu ini melakukan penyemprotan pada puluhan rumah penduduk di RT 002 dan RT 003/RW 03 Kelurahan Karang Panjang sejak pukul 06.30 WIT.

Kedatangan petugas di rumah-rumah penduduk ini didampingi ketua RT 002/RW 03, Roy Chumpry Maitimu dan ketua RT 03/03, Yosepus Noya.

Fumigasi dilakukan sepanjang radius 100 meter sesuai kemampuan terbang atau perpindahan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) yang mengakibatkan empat anak terkena demam berdarah sejak Agustus lalu.

"Sejak Agustus 2018 lalu, ada satu kasus yang menimpa seorang bocah bernama Rey Huwae yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak," katanya.

Kemudian pada November 2018 kasus serupa menimpa dua bocah masing-masing Gil Wenno yang duduk di kelas satu SLTP dan adiknya Ai Wenno yang masih kelas satu SD.

Selanjutnya ada satu kasus DBD baru yang kembali menimpa seorang bocah berusia kelas empat SD akhir pekan lalu.

"Orang tua korban bermarga Manusama memberitahukan kepada saya kalau cucunya yang sementara dirawat di RS Sumber Hidup Ambon positif menderita DBD karena hasil pemeriksaan trombosit korban menurun," jelas Chumpry.

Sedangkan ketua RT 003/03, Yosepus Noya telah mengingatkan warganya untuk hidup bersih dengan memperhatikan lingkungan masing-masing.

Sebelum dilakukan fumigasi, warga RT 003/03 Ny. Yenni Rugebregt mengaku kecewa dengan pelayanan salah satu Puskesmas di Kota Ambon yang hanya memberikan bubuk abate untuk memberantas nyamuk.

"Waktu dua cucu saya terserang DBD secara bersamaan, saya mendatangi salah satu Puskesmas dan berharap ada fumigasi tetapi mereka mengatakan tidak ada anggaran dan hanya memberikan bubuk abate," ujarnya. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top