Ambon, Maluku Post.com - Kunjungan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di Kota Ambon, Sabtu (9/1) disambut demonstrasi oleh dua komponen mahasiswa yang mendesak pemerintah adil dalam pengelolaan ladang gas Blok Masela di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kedua komponen mahasiswa itu adalah Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) Maluku dan Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (Gema MBD) Ambon.

Mereka berunjuk rasa di sekitar kantor Gubernur Maluku saat Menteri Sudirman said tiba untuk melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah Provinsi Maluku.

Menteri Sudirman Said yang didampingi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi tiba di Ambon setelah berkunjung ke Saumlaki, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat untuk melihat persiapan proyek gas Blok Masela.

Sejumlah pengunjuk rasa dari kedua komponen mahasiswa tersebut mencoba masuk ke dalam kantor Gubernur Maluku untuk bertemu dengan Sudirman Said tetapi dihalangi petugas Satpol PP dan Polisi yang sedang bertugas mengamankan pertemuan yang dipimpin Gubernur Maluku Said Assagaff dan Wagub Zeth Sahuburua.

Kedua komponen pemuda dalam pernyataan sikapnya menyatakan mendukung keputusan Pemprov Maluku serta seluruh komponen masyarakat di provinsi ini, bahwa proyek kilang liquefied natural gas (LNG) segera dilanjutkan dan dibangun di daratan.

"Kilang LNG Blok Masela yang diperkirakan mulai beroperasi pada 2024 harus dibangun di darat dan bukan di laut seperti keinginan SKK Migas dan Kementerian ESDM," ujar sejumlah mahasiswa IMM Maluku.

Mereka mendukung keputusan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli maupun Menko Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan agar kilang LNG dibangun di darat yaitu di Saumlaki, Maluku dan bukan di laut.

Sedangkan Gema MBD mendesak pemerintah pusat agar pengelolaan Blok Masela memperhatikan keutuhan geologi dan masyarakat kepulauan di Maluku Barat Daya (MBD) dan Maluku Tenggara Barat (MTB).

"Kami juga meminta pemerintah pusat untuk memutuskan pembangunan kilang gas Masela dibangun di daratan Pulau Babar, khususnya di Kecamatan Babar Timur agar dapat bermanfaat nyata bagi pengembangan kemakmuran dan kesejahteraan hidup masyarakat MBD yang selama ini terpuruk dalam kemiskinan," kata Ketua Umum Gema MBD, Edison Kalwela dalam pernyataan sikapnya.

Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus untuk memperluas akses perhubungan baik darat, laut maupun udara di kedua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste tersebut.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah memperhatikan akses pendidikan tinggi khususnya sumber daya tenaga kerja yang kompetitif yang dibutuhkan untuk Blok Masela maupun untuk memasuki Masyarakat ekonomi Asia (MEA).

Presiden juga diminta untuk memberikan ketegasan kepada perusahaan asing, khususnya Inpex yang dipercayakan untuk mengelola Blok Masela untuk memperhatikan kepentingan masyarakat dan mahasiswa di kedua kabupaten tersebut. (MP-3)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Malukupost.com © 2015. All Rights Reserved.
Top